RSS

Malaysia vs Indonesia, "War on Social Networking"

Kemarin  saya benar-benar melihat sebuah peperangan di 2 social networking yang berbeda. Ngeri rasanya ketika membaca status, komentar maupun balasan yang berisi tentang caci maki dan hinaan. Sedih saya kalau mengingat tujuan diciptakannya social networking adalah untuk menyatukan jutaan warga negara dunia yang memiliki latar belakang berbeda agar terciptanya sebuah persatuan dunia. Tapi kalau disalahgunakan seperti ini, bagaimana mungkin menciptakan sebuah persatuan dunia?

Saya tidak pernah menyangka kalau kekalahan timnas kemarin lusa bisa menyulut kemarahan begitu banyak orang. Setelah saya pikir, wajar sih apa yang mereka lakukan.  Kebakaran tak mungkin terjadi jika tidak ada api. Begitu pula kemarahan warga Indonesia. Mereka merasa tidak terima dengan kecurangan supporter Negara tetangga kita. Saya sebagai salah satu warga Negara Indonesia juga merasa terhina atas perlakuan warga Negara tetangga kita. Bukan hanya karena kecurangan laser semalam, tapi karena kata-kata mereka yang tidak senonoh tentang Indonesia. Kalau kita bicara tentang Negara tetangga kita yang satu itu, pasti bukan hanya final piala AFF semalam yang melintas di benak kita. Tapi masalah-masalah yang lalu juga akan membuat kita kembali geram.

Sebenarnya hanya satu hal yang membuat saya bingung sampai sekarang. Apa sih alasan Negara tetangga selalu mencari ribut dengan Negara kita? Setahu saya mereka yang selalu menyulut api peperangan, bukan kita. Kembali ke peperangan yang terjadi di social networking. Belum habis rasa kesal saya karena kecurangan laser semalam, saya kembali dibuat geleng-geleng kepala oleh sebuah akun FB milik seorang warga Negara tetangga (sebelumnya saya juga pernah dibuat geram sih oleh sebuah blog yang sangat menghina Indonesia). Isinya benar-benar sangat menghina Indonesia. Saya rasa blog dan akun FB seperti itu sebaiknya ditutup, karena isinya sangatlah tidak pantas dilihat oleh siapapun. Apa mereka tidak malu sudah berbuat serendah itu? Saya gak habis pikir apa yang ada di pikiran mereka sampai tega menghina Negara tetangga sendiri. Saya rasa orang-orang yang menghina seenaknya itu tidak tahu apa-apa tentang Negara kita ataupun kelemahan Negara mereka sendiri. Bahkan tadi saya baru membaca sebuah berita di detik.com kalau warga Negara tetangga tidak tahu sama sekali kalau Garuda adalah lambang Negara kita. Wah, saya kaget bacanya. Sekuper apakah mereka, sampai lambang Negara tetangga saja mereka tidak tahu.

Perang antar-negara masih saja terjadi hingga hari ini. Kata-kata yang menghiasi perang 2 negara itu bahkan menjadi trending topic di twitter. Saya benar-benar ngeri melihatnya. Walaupun saya tahu kalau itu hanya perang kata-kata semata. Tapi siapa yang tahu kalau peperangan di  dunia maya ini bisa terwujud di dunia nyata? Saya semakin ngeri membayangkannya.

Tadi pagi saya membaca beberapa artikel mengenai kekalahan Timnas Indonesia. Ada 3 artikel yang membuat saya terharu dan sadar. Artikel pertama ditulis oleh teman saya. Dia seorang pecinta sepak bola. Tulisannya berisi kesedihan atas kekalahan timnas dan kecurangan Malaysia. Tapi dia juga berkata bahwa dia kecewa terhadap euphoria warga Indonesia yang terlalu berlebihan. Tulisannya sederhana, tapi benar-benar mengena. Tulisan yang benar-benar menyadarkan dan memberi semangat. Mungkin itu karena curahan hati seorang pecinta bola terhadap salah satu tim kebanggaannya. Artikel kedua adalah surat dari seorang blogger (Ito_es) kepada kapten timnas kita, Firman Utina. Tulisannya juga sangat membesarkan hati. Sederhana tapi mengena. Tulisan dari seorang yang awam tentang bola tapi punya kepedulian besar kepada timnas. Ini kutipan kata-kata yang paling saya suka :

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri.


Artikel ketiga dari seorang pemain timnas yang menjadi favorite saya, Bambang Pamungkas. Bukan hanya karena permainan dan fisiknya saja yang membuat saya terkesan. Tapi kelihaiannya dalam merangkai kata-kata, membuat saya semakin mengidolakannya. Kunjungi saja blognya, maka anda akan terharu membaca semua tulisannya yang sangat menggambarkan bahwa dia adalah seorang atlet muda yang punya rasa nasionalisme tinggi. Tulisannya berisi curahan hati terdalam seorang pemain yang kalah. Tapi saya sangat suka kata-kata semangat yang mewarnai tulisan tersebut. Bahkan kalau menurut saya, tulisannya sama sekali tidak menggambarkan kesedihan. Tapi dia berusaha menyebarkan semangat kepada semua orang yang merasa kalah. Dia berusaha membangkitkan jiwa-jiwa yang putus asa. Saya salut dengan BP, saat yang lain menangis karena kekalahan, dia justru berusaha menularkan semangat dan optimisme kepada semua orang. Benar-benar pemain yang hebat!!

Yah, saya rasa buat apa meributkan sesuatu yang sudah terjadi. Yang harus kita pikirkan adalah pertandingan besok bukannya menangisi kekalahan kemarin. Dan jangan menyulut api permusuhan dengan Negara tetangga kita, karena masalahnya bisa menjadi sangat rumit (emang udah rumit sih). Saya yakin timnas kita dapat bermain dengan baik besok. Janganlah kita membuat beban untuk para pemain timnas, tapi berilah mereka semangat dan keoptimisan agar bisa bermain dengan gembira (seperti kata blogger ito_es). Tetap semangat karena semuanya belum berakhir. Selama masih ada kesempatan, disitu juga masih terdapat mimpi dan keajaiban.

Mengutip dari penutup tulisan teman saya:
Dukung terus persepakbolaan Indonesia, kibarkan MERAH PUTIH di dunia, GARUDA tetap di dada.
NO TAURAN, NO ANARKI, JUST GOOD FOOTBALL INDONESIA..

I ♥ INDONESIA
:)

ket:
  1. tulisan teman saya : http://www.facebook.com/notes/badarrudin-nento/curahan-hati-saya-tentang-indonesia-/10150114395162160?fbb=r81ddd616
  2. tulisan blogger ito_es : http://itonesia.com/surat-untuk-firman/
  3. tulisan bambang pamungkas : http://bambangpamungkas20.com/bepe/?cat=3
  4. akun fb yg menghina indonesia : kem tahanan indon ( http://www.facebook.com/profile.php?id=100001657278446 )
  5. blog yg menghina indonesia : www.indonbodoh.blogspot.com

0 ocehan:

Posting Komentar